Kota Lumpur’s Weblog


Antara Kebijakan dan Peraturan
Juli 3, 2008, 9:43 am
Filed under: Uncategorized

Pada akhir bulan Juni 2008 Wakil Presiden RI memberikan arahan di depan para pejabat pebegak hukum di Republik ini. Satu hal yang dapat digaris bawahi dalam arahan tersebut adalah apabila kita melanggar pearaturan maka kita akan dihukum, paling tidak dikenai sanksi, tetapi bila melanggar kebijakan tidak akan dihukum atau sanksi kecuali yang membuat kebijakan yang memberikan sanksi. Untuk lebih jelas mari kita lihat uraian sebagai berikut :

Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka dinyatakan bahwa, kebijakan diartikan sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan dan cara bertindak. Sedangkan peraturan diartikan sebagai tataan (petunjuk, kaidah, ketentuan) yang dibuat untuk mengatur. Kebijakan dan peraturan dapat diidentikan dengan dua sisi mata uang logam. Permukaan sisi yang satu berupa gambar bisa bernilai bagus, jelek, rusak, kusam, baik tergantung orang yang melihat dan menilainya. Sedangkan sisi lainnyatidak berubah nilai nominalnya, siapapun yang melihat atau menilainya sepakat bahwa uang tersebut bernilai sekian rupiah. Demikian halnya dengan peraturan apabila diterjemahkan atau diimplementasikan menyimpang dari yang digariskan akan mendapat sanksi atau hukuman sesuai ketentuan berdasarkan putusan pengadilan tentunya. Sedangkan kebijakan memang belum tentu di hukum apabila dilaksanakan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Namun demikian pemberi kebijakan berwenang memberikan sanksi meski tanpa melalui putusan pengadilan. Untuk itu kebijakanpun tidak boleh bertentangan dengan peraturan dan sanksi yang diberikan harus disesuaikan dengan peraturan pula. Jadi benang merah yang dapat diambil adalah bahwa untuk kelancaran pelaksanan tugas kebijakan sangat diperlukan namun tetap pada koridor yang berlaku dan tidak boleh sewenang-wenang. Keberadaan peraturan lebih tinggi di mata hukum dari pada kebijakan.

 

 

Iklan


Waspada di Taman Kota
Juli 1, 2008, 8:39 am
Filed under: Uncategorized

Sebuah taman kota di Bogor, orang banyak menyebutnya taman topi, merupakan salah satu pusat keramaian. Selain berfungsi sebagai tempat hiburan, di sekelilingnya terdapat kegiatan perdagangan, transportasi, usaha kelontong, pariwisata, perbankan, pendidikan dan lainnya. Sebagai pusat keramaian sudah tentu mengundang hadirnya tindak kejahatan yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan sebagai imbas dari bertambahnya pengangguran akibat sempitnya lapangan pekerjaan. Lebih lanjut menurut kacamata keamanan keberadaan taman kota tersebut terdapat cerita seperti antara lain, sering kali orang kecopetan yaa… saat ini  HP yang jadi sasarannya. Padahal  di sekitar taman terdapat Mapolwil Bogor yang sudah barang tentu tidak kosong. Mungkin upaya pengejaran copet dilakukan tetapi mungkin pula tidak optimal mengingat tidak tertangkapnya sang pelaku. Bisa jadi  si korban tidak melapor karena malas, takut, ikhlas atau trauma dengan birokrasi yang berbelit dan perlu biaya atau bahan ya sengaja dibiarkan. Kenapa demikian ternyata ada organisasi pelaku kejahatan HP disekitar taman kota tersebut yang berjalan sangat rapi. Buktinya begini, suatu saat ada seseorang beli HP second di sekitar taman tersebut. Si pembeli tidak merasa kuatir atau curiga mengenai asal muasal HP tersebut. Mengingat ia membeli dengan uang yang halal dan cocok dengan HP tersebut maka jadilah proses jual beli. Namun tidak lama kemudian ia di tangkap oleh aparat keamanan dengan tuduhan sebagai penadah barang curian. Yah pastilah kaget bukan kepalang, karena perbuatan jual beli yang syah ia lakukan itu telah membawanya ke terali besi. Tentu aparat bertindak menangkapnya setelah ada informasi yang masuk atau telah ada sebelumnya bahwa HP dengan merek ini ada ditangan si A. Singkat cerita si A bebas dari terali besi dengan tebusan beberapa rupiah namun HP tetap disita. Yah…. rugi dua kali secara materiil tetapi secara inmateriil tak dapat diukur dengan uan tentunya. Jadi hati-hatilah dan waspadalah di taman yang menjanjikan keindahan, keramaian, yang belum tentu aman. Semoga kejadian yang diceritakan di atas tidak terjadi pada kita.

 



Hello world!
Juni 14, 2008, 2:24 am
Filed under: Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!